Sabtu, 03 Maret 2012

KISAH SEORANG YAHUDI YG MENGISLAMKAN JUTAAN YAHUDI

Di suatu tempat di Perancis sekitar lima puluh tahun yang lalu, ada seorang berkebangsaan Turki berumur 50 tahun bernama Ibrahim, ia adalah orang tua yang menjual makanan di sebuah toko makanan. Toko tersebut terletak di sebuah apartemen dimana salah satu penghuninya adalah keluarga Yahudi yang memiliki seorang anak bernama "Jad" berumur 7 tahun.

Jad si anak Yahudi Hampir setiap hari mendatangi toko tempat dimana Ibrahim bekerja untuk membeli kebutuhan rumah, setiap kali hendak keluar dari toko –dan Ibrahim dianggapnya lengah– Jad selalu mengambil sepotong cokelat milik Ibrahim tanpa seizinnya.

Pada suatu hari usai belanja, Jad lupa tidak mengambil cokelat ketika mau keluar, kemudian tiba-tiba Ibrahim memanggilnya dan memberitahu kalau ia lupa mengambil sepotong cokelat sebagaimana kebiasaannya. Jad kaget, karena ia mengira bahwa Ibrahim tidak mengetahui apa yang ia lakukan selama ini. Ia pun segera meminta maaf dan takut jika saja Ibrahim melaporkan perbuatannya tersebut kepada orangtuanya.

Ibrahim pun menjawab: "Tidak apa, yang penting kamu berjanji untuk tidak mengambil sesuatu tanpa izin, dan setiap saat kamu mau keluar dari sini, ambillah sepotong cokelat, itu adalah milikmu!" Jad pun menyetujuinya dengan penuh kegirangan.

Waktu berlalu, tahun pun berganti dan Ibrahim yang muslim kini menjadi layaknya seorang ayah dan teman akrab bagi Jad si anak Yahudi.

Sudah menjadi kebiasaan Jad saat menghadapi masalah, ia selalu datang dan berkonsultasi kepada Ibrahim. Dan setiap kali Jad selesai bercerita, Ibrahim selalu mengambil sebuah buku dari laci, memberikannya kepada Jad dan kemudian menyuruhnya untuk membukanya secara acak. Setelah Jad membukanya, kemudian Ibrahim membaca dua lembar darinya, menutupnya dan mulai memberikan nasehat dan solusi dari permasalahan Jad.

Beberapa tahun pun berlalu dan begitulah hari-hari yang dilalui Jad bersama Ibrahim, seorang Muslim Turki yang tua dan tidak berpendidikan tinggi.

14 tahun berlalu, kini Jad telah menjadi seorang pemuda gagah dan berumur 24 tahun, sedangkan Ibrahim saat itu berumur 67 tahun.

Ibrahim pun akhirnya meninggal, namun sebelum wafat ia telah menyimpan sebuah kotak yang dititipkan kepada anak-anaknya dimana di dalam kotak tersebut ia letakkan sebuah buku yang selalu ia baca setiap kali Jad berkonsultasi kepadanya. Ibrahim berwasiat agar anak-anaknya nanti memberikan buku tersebut sebagai hadiah untuk Jad, seorang pemuda Yahudi.

Jad baru mengetahui wafatnya Ibrahim ketika putranya menyampaikan wasiat untuk memberikan sebuah kotak, Jad pun merasa tergoncang dan sangat bersedih dengan berita tersebut, karena Ibrahim lah yang selama ini memberikan solusi dari semua permasalahannya, dan Ibrahim lah satu-satunya teman sejati baginya.

Hari-haripun berlalu, Setiap kali dirundung masalah, Jad selalu teringat Ibrahim. Kini ia hanya meninggalkan sebuah kotak. Kotak yang selalu ia buka, di dalamnya tersimpan sebuah buku yang dulu selalu dibaca Ibrahim setiap kali ia mendatanginya.

Jad lalu mencoba membuka lembaran-lembaran buku itu, akan tetapi kitab itu berisikan tulisan berbahasa Arab sedangkan ia tidak bisa membacanya. Kemudian ia pergi ke salah seorang temannya yang berkebangsaan Tunisia dan memintanya untuk membacakan dua lembar dari kitab tersebut. Persis sebagaimana kebiasaan Ibrahim dahulu yang selalu memintanya membuka lembaran kitab itu dengan acak saat ia datang berkonsultasi.

Teman Tunisia tersebut kemudian membacakan dan menerangkan makna dari dua lembar yang telah ia tunjukkan. Dan ternyata, apa yang dibaca oleh temannya itu, mengena persis ke dalam permasalahan yang dialami Jad kala itu. Lalu Jad bercerita mengenai permasalahan yang tengah menimpanya, Kemudian teman Tunisianya itu memberikan solusi kepadanya sesuai apa yang ia baca dari kitab tersebut.

Jad pun terhenyak kaget, kemudian dengan penuh rasa penasaran ini bertanya, "Buku apa ini !?"

Ia menjawab : "Ini adalah Al-Qur'an, kitab sucinya orang Islam!"

Jad sedikit tak percaya, sekaligus merasa takjub,

Jad lalu kembali bertanya: "Bagaimana caranya menjadi seorang muslim?"

Temannya menjawab : "Mengucapkan syahadat dan mengikuti syariat!"

Setelah itu, dan tanpa ada rasa ragu, Jad lalu mengucapkan Syahadat, ia pun kini memeluk agama Islam!

Jadullah seorang Muslim.

Kini Jad sudah menjadi seorang muslim, kemudian ia mengganti namanya menjadi Jadullah Al-Qur'ani sebagai rasa takdzim atas kitab Al-Qur'an yang begitu istimewa dan mampu menjawab seluruh problema hidupnya selama ini. Dan sejak saat itulah ia memutuskan akan menghabiskan sisa hidupnya untuk mengabdi menyebarkan ajaran Al-Qur'an.

Mulailah Jadullah mempelajari Al-Qur'an serta memahami isinya, dilanjutkan dengan berdakwah di Eropa hingga berhasil mengislamkan enam ribu Yahudi dan Nasrani.

Suatu hari, Jadullah membuka lembaran-lembaran Al-Qur'an hadiah dari Ibrahim itu. Tiba-tiba ia mendapati sebuah lembaran bergambarkan peta dunia. Pada saat matanya tertuju pada gambar benua afrika, nampak di atasnya tertera tanda tangan Ibrahim dan dibawah tanda tangan itu tertuliskan ayat :

اُدْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ...!!

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik!!..." (QS. An-Nahl; 125)

Iapun yakin bahwa ini adalah wasiat dari Ibrahim dan ia memutuskan untuk melaksanakannya.

Beberapa waktu kemudian Jadullah meninggalkan Eropa dan pergi berdakwah ke negara-negara Afrika yang diantaranya adalah Kenya, Sudan bagian selatan (yang mayoritas penduduknya adalah Nasrani), Uganda serta negara-negara sekitarnya. Jadullah berhasil mengislamkan lebih dari 6.000.000 (enam juta) orang dari suku Zolo, ini baru satu suku, belum dengan suku-suku lainnya.
Akhir Hayat Jadullah

Jadullah Al-Qur'ani, seorang muslim sejati, da'i hakiki, menghabiskan umur 30 tahun sejak keislamannya untuk berdakwah di negara-negara Afrika yang gersang dan berhasil mengislamkan jutaan orang.

Jadullah wafat pada tahun 2003 yang sebelumnya sempat sakit. Kala itu beliau berumur 45 tahun, beliau wafat dalam masa-masa berdakwah.

Kisah pun belum selesai

Ibu Jadullah Al-Qur'ani adalah seorang wanita Yahudi yang fanatik, ia adalah wanita berpendidikan dan dosen di salah satu perguruan tinggi. Ibunya baru memeluk Islam pada tahun 2005, dua tahun sepeninggal Jadullah yaitu saat berumur 70 tahun.

Sang ibu bercerita bahwa –saat putranya masih hidup– ia menghabiskan waktu selama 30 tahun berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan putranya agar kembali menjadi Yahudi dengan berbagai macam cara, dengan segenap pengalaman, kemapanan ilmu dan kemampuannya, akan tetapi ia tidak dapat mempengaruhi putranya untuk kembali menjadi Yahudi. Sedangkan Ibrahim, seorang Muslim tua yang tidak berpendidikan tinggi, mampu melunakkan hatinya untuk memeluk Islam, hal ini tidak lain karena Islamlah satu-satunya agama yang benar.

Kemudian yang menjadi pertanyaan: "Mengapa Jad si anak Yahudi memeluk Islam?"

Jadullah Al-Qur'ani bercerita bahwa Ibrahim yang ia kenal selama 17 tahun tidak pernah memanggilnya dengan kata-kata: "Hai orang kafir!" atau "Hai Yahudi!" bahkan Ibrahim tidak pernah untuk sekedar berucap: "Masuklah agama islam!"

Bayangkan, selama 17 tahun Ibrahim tidak pernah sekalipun mengajarinya tentang agama, tentang Islam ataupun tentang Yahudi. Seorang tua muslim sederhana itu tak pernah mengajaknya diskusi masalah agama. Akan tetapi ia tahu bagaimana menuntun hati seorang anak kecil agar terikat dengan akhlak Al-Qur’an.

Kemudian dari kesaksian DR. Shafwat Hijazi (salah seorang dai kondang Mesir) yang suatu saat pernah mengikuti sebuah seminar di London dalam membahas problematika Darfur serta solusi penanganan dari kristenisasi, beliau berjumpa dengan salah satu pimpinan suku Zolo. Saat ditanya apakah ia memeluk Islam melalui Jadullah Al-Qur’ani?, ia menjawab; tidak! namun ia memeluk Islam melalui orang yang diislamkan oleh Jadullah Al-Qur'ani.

Subhanallah, akan ada berapa banyak lagi orang yang akan masuk Islam melalui orang-orang yang diislamkan oleh Jadullah Al-Qur’ani. Dan Jadullah Al-Qur'ani sendiri memeluk Islam melalui tangan seorang muslim tua berkebangsaan Turki yang tidak berpendidikan tinggi, namun memiliki akhlak yang jauh dan jauh lebih luhur dan suci.

Begitulah hikayat tentang Jadullah Al-Qur'ani, kisah ini merupakan kisah nyata yang penulis dapatkan kemudian penulis terjemahkan dari catatan Almarhum Syeikh Imad Iffat yang dijuluki sebagai "Syaikh Kaum Revolusioner Mesir". Beliau adalah seorang ulama Al-Azhar dan anggota Lembaga Fatwa Mesir yang ditembak syahid dalam sebuah insiden di Kairo pada hari Jumat, 16 Desember 2011 silam.

Kisah nyata ini layak untuk kita renungi bersama di masa-masa penuh fitnah seperti ini. Di saat banyak orang yang sudah tidak mengindahkan lagi cara dakwah Qur'ani. Mudah mengkafirkan, fasih mencaci, mengklaim sesat, menyatakan bid'ah, melaknat, memfitnah, padahal mereka adalah sesama muslim.

Dulu da'i-da'i kita telah berjuang mati-matian menyebarkan Tauhid dan mengislamkan orang-orang kafir, namun kenapa sekarang orang yang sudah Islam malah justru dikafir-kafirkan dan dituduh syirik? Bukankah kita hanya diwajibkan menghukumi sesuatu dari yang tampak saja? Sedangkan masalah batin biarkan Allah yang menghukumi nanti. Kita sama sekali tidak diperintahkan untuk membelah dada setiap manusia agar mengetahui kadar iman yang dimiliki setiap orang.

Mari kita renungi kembali surat Thaha ayat 44 yaitu Perintah Allah swt. kepada Nabi Musa dan Harun –'alaihimassalam– saat mereka akan pergi mendakwahi fir'aun. Allah berfirman,

"Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut."

Bayangkan, fir'aun yang jelas-jelas kafir laknatullah, namun saat dakwah dengan orang seperti ia pun harus tetap dengan kata-kata yang lemah lembut. Lalu apakah kita yang hidup di dunia sekarang ini ada yang lebih Islam dari Nabi Musa dan Nabi Harun? Atau adakah orang yang saat ini lebih kafir dari fir'aun sehingga Al-Qur'an pun merekam kekafirannya hingga kini? Lantas alasan apa bagi kita untuk tidak menggunakan dahwah dengan metode Al-Qur'an? Yaitu dengan Hikmah, Nasehat yang baik, dan Diskusi menggunakan argumen yang kuat namun tetap sopan dan santun?

Maka dalam dakwah yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana cara kita agar mudah menyampaikan kebenaran Islam ini. Oleh karenanya, jika sekarang kita dapati ada orang yang kafir, bisa jadi di akhir hayatnya Allah akan memberi hidayah kepadanya sehingga ia masuk Islam. Bukankah Umar bin Khattab dulu juga pernah memusuhi Rasulullah? Namun Allah berkehendak lain, sehingga Umar pun mendapat hidayah dan akhirnya memeluk Islam. Lalu jika sekarang ada orang muslim, bisa jadi di akhir hayatnya Allah mencabut hidayah darinya sehingga ia mati dalam keadaan kafir. Na'udzubillah tsumma Na'udzubillahi min Dzalik.

Karena sesungguhnya dosa pertama yang dilakukan iblis adalah sombong dan angkuh serta merasa diri sendiri paling suci sehingga tak mau menerima kebenaran Allah dengan sujud hormat kepada nabi Adam –'alaihissalam–. Oleh karena itu, bisa jadi Allah mencabut hidayah dari seorang muslim yang tinggi hati lalu memberikannya kepada seorang kafir yang rendah hati. Segalanya tiada yang mustahil bagi Allah!

Marilah kita pertahankan akidah Islam yang telah kita peluk ini, dan jangan pernah mencibir ataupun "menggerogoti" akidah orang lain yang juga telah memeluk Islam serta bertauhid. Kita adalah saudara seislam seagama. Saling mengingatkan adalah baik, saling melindungi akidah sesama muslim adalah baik. Marilah kita senantiasa berjuang bahu-membahu demi perkara yang baik-baik saja.

Wallahu Ta'ala A'la Wa A'lam Bis-Shawab. 

Kamis, 23 Februari 2012

Penjelasan tentang ARRAY


ARRAY
Array adalah sekumpulan variabel yang memiliki tipe data yang sama dan dinyatakan dengan nama yang sama. Array merupakan konsep yang penting dalam pemrograman, karena array memungkinkan untuk menyimpan data maupun referensi objek dalam jumlah banyak dan terindeks. Array menggunakan indeks integer untuk menentukan urutan elemen-elemennya, dimana elemen pertamanya dimulai dari indeks 0, elemen kedua memiliki indeks 1, dan seterusnya.
Array juga merupakan suatu grup (entitas) yang beranggotakan elemen-elemen (variabel) yang bertipe data sama dan dapat diakses dengan memanggil nama array beserta indeks elemennya. Indeks merupakan bilangan integer yang menunjukkan letak urutan elemen dalam array.
int number1 = 1; //variabel biasa
int number2 = 2;
int number3 = 3;
int [] number = {1, 2, 3}; //array
Gambar1. Contoh Array number yang berisikan bilangan bulat (integer)
· Mendeklarasikan Variabel Array
Mendeklarasikan variabel array dengan tipe data yang diinginkan dengan cara yang hampir sama dengan variabel biasa. Misalnya untuk mendeklarasikan variabel bertipe integer, dapat dilakukan dengan cara :
int[ ] bilangan; atau int bilangan[ ];
Jadi perbedaan utama pendeklarasian variabel array dengan variabel biasa adalah adanya tanda kurung [ ] di akhir tipe data atau di akhir nama variabel array. Pada tahap pendeklarasian variabel array ini belum ada alokasi memori untuk menyimpan data.
§ Variabel array dapat dideklarasikan dengan dua cara :
Pada bentuk pertama, berarti memberitahu kompiler untuk mengalokasikan sejumlah lokasi memori dengan tipe tipedata dan kumpulan variabel ini selanjutnya dianggap sebagai suatu grup bernama nama Array.
Pada bentuk kedua, berarti memesan sejumlah lokasi memory dengan tipe tipe data dan masing masing bernama namaArray, tanpa ada kesan bahwa variabelvariabel ini dapat dianggap sebagai suatu kumpulan yang bernama namaArray.
Contoh deklarasi array :
int [ ] umur;
int umur [ ];
Setelah mendeklarasikannya, kita perlu membentuk objek array dan menentukan panjangnya dengan menggunakan statement konstruktor. Dalam Java, proses ini dikenal dengan instantiation.
§ Cara menginisialisasi Array
Pertama, bersamaan dengan deklarasi variabel :
Contoh :
int [] deretBilangan = {1,2,3,4,5,6,7,8,9,10};
Kedua, dengan mengakses dan memberi nilai elemen satu persatu.
Caranya dengan menyebutkan nama array beserta indeksnya :
deretBilangan[0]; // menunjuk pada elemen pada array deretBilangan yang berindeks 0
Inisialisasi elemen satu persatu:
deretBilangan[0] = 1;
deretBilangan[1] = 2;
deretBilangan[9] = 10;
Ketiga, dengan bentuk perulangan agar lebih praktis
for(i = 0; i <>
{
deretBilangan[i] = i + 1;
}
§ Untuk dapat mengambil panjang array / jumlah elemen array yaitu dengan menggunakan properti length.
PanjangArray.java
Catatan : setiap array akan selalu dimulai dari indeks ke 0 sampai indeks ke n1, dimana n merupakan jumlah elemen array.
· Mendefinisikan Array
Setelah mendeklarasikan array, kita perlu mendefinisikan array, dalam arti menentukan besar array yang diinginkan. Misalnya dengan cara :
Bilangan = new int[5];
Array memiliki ukuran yang tetap dalam arti tidak dapat membesar atau mengecil ukurannya setelah didefinisikan. Setelah didefinisikan, maka variabel dengan nama bilangan dapat menyimpan 5 nilai integer yang dapat diakses melalui indeks 0 sampai indeks 4. Setelah pendefinisian array, maka memori akan dialokasikan untuk menyimpan data dari array. Besar memori yang dialokasikan tergantung dari tipe data variabel array dan jumlah elemen array yang didefinisikan.
· Pengaksesan sebuah elemen array
Untuk mengakses sebuah elemen dalam array, atau mengakses sebagian dari array, Anda harus menggunakan sebuah angka atau yang disebut sebagai indeks atau subscript. Pada saat memasukkan nilai ke dalam array, sebuah nomor indeks atau subscript telah diberikan kepada tiap anggota array, sehingga program dan programmer dapat mengakses setiap nilai pada array apabila dibutuhkan.
Nilai indeks selalu dalam tipe integer, dimulai dari angka nol dan dilanjutkan ke angka berikutnya sampai akhir array. Sebagai catatan bahwa indeks didalam array dimulai dari 0 sampai dengan (ukuranArray-1). Sebagai contoh, pada array yang kita deklarasikan tadi, kita mempunyai,
//memberikan nilai 10 kepada elemen pertama array
ages[0] = 10;
//mencetak elemen array yang terakhir
System.out.print(ages[99]);
Perlu diperhatikan bahwa sekali array dideklarasikan dan dikonstruksi, nilai yang disimpan dalam setiap anggota array akan diinisialisasi sebagai nol. Oleh karena itu, apabila Anda menggunakan tipe data seperti String, array tidak akan diinisalisasi menjadi string kosong “”. Untuk itu Anda tetap harus membuat String array secara eksplisit. Berikut ini adalah contoh kode untuk mencetak seluruh elemen didalam array. Dalam contoh ini digunakanlah pernyataan for loop, sehingga kode kita menjadi lebih pendek.
public class ArraySample{
public static void main( String[] args ){
int[] ages = new int[100];
for( int i=0; i<100;>
System.out.print( ages[i] );
}
}
· Inisialisasi Variabel Array
Sintaks:
[] ;
Contoh:
int[] x;
int[] x = new int[10];
int[] x = new int[3];
x[0] = 1; [ ]
x[1] = 2;
x[2] = 3;
int[] x = {1, 2, 3};
Contoh Program :
import java.util.Arrays;
public class ContohArray
{
public static void main(String[] args)
{
int[] w = new int[10];
Arrays.fill(w, 1);
System.out.println("Banyak Elemen dalam Array w : "
+ w.length + " buah");
System.out.println("Elemen : ");
for(int i = 0; i <>
System.out.printf("%5d", w[i]);
System.out.println();
System.out.println();
int[] x = new int[3];
[0] 2 x[= 2;
x[1] = 3;
x[2] = 1;
System.out.println("Banyak Elemen dalam Array x : + x.length + " buah");
System.out.println("Elemen : ");
for(int 0; x length; i = i <>
System.out.printf("%5d", x[i]);
System.out.println();
System out println();
System.out.Arrays.sort(x);
System.out.println("Elemen setelah terurut : ");
for(int 0; x length; i = i <>
System.out.printf("%5d", x[i]);
System.out.println();
System out println();
System.out.
int[] y = new int[] {1, 2, 3, 4, 5};
System.out.println("Banyak Elemen dalam Array y : "
+ y.length + " buah");
System.out.println("Elemen : ");
for(int i : y)
System.out.printf("%5d", i);
System.out.println();
System.out.println(); y p ();
int[] z = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7};
System.out.println("Banyak Elemen dalam Array z : "
+ z.length + " buah");
System.out.println("Elemen : ");
for(int i : z)
System.out.printf("%5d", i);
System out println();
System.out.System.out.println();
}
}
· Array dan string ke Array String
Untuk melakukan konversi string ke array karakter, dapat menggunakan method to Char Array yang didefinisikan di kelas String String.
Sintaks: h[]Kstit ChA()char[] varKar = varString.toCharArray();
Untuk melakukan konversi string ke array string, dapat menggunakan method split.
sintaks: String[] varString = varString.split();
Contoh Program :
public class ContohKonversiString
{
public static void main(String[] args)
{
String teks = new String("Saya Sedang Belajar Bahasa
Pemrograman Java "); Java. );
char[] kar = teks.toCharArray();
for(char c : kar) System.out.printf("%2c", c);
System.out.println();
System.out.println();
String[] str = teks.split("[ .]");
for(String s : str) System.out.printf("%2s\n", s);
System.out.println();
System.out.println();
}
}
A. Array Satu Dimensi
Merupakan sebuah variabel yang menyimpan sekumpulan data yang memiliki tipe sama dan elemen yang akan diakses hanya melalui 1 indeks atau subskrip.
Bentuk umum pendeklarasian:
nama_array[jumlah_eleman];

Contoh Program ArrSatu.java
class SingleArray
{
public static void main(String[] args)
{
int [] x; // Cara 1
x = new int[3];
x[0] = 20 ;
x[1] = 10 ;
x[2] = 30;
System.out.println("Nilai x[0] : " + x[0]);
System.out.println("Nilai x[1] : " + x[1]);
System.out.println("Nilai x[2] : " + x[2]);
int [] y = new int[3];
y[0] = 20 ;
y[1] = 10 ;
y[2] = 30;
System.out.println("Nilai y[0] : " + y[0]);
System.out.println("Nilai y[1] : " + y[1]);
System.out.println("Nilai y[2] : " + y[2]);
int[] z = {20,10,30};
System.out.println("Nilai z[0] : " + z[0]);
System.out.println("Nilai z[1] : " + z[1]);
System.out.println("Nilai z[2] : " + z[2]);
}
}
B. Array Dua Dimensi
Pada Java juga menyediakan fasilitas untuk membuat array dua dimensi yang dapat membantu dalam pemrograman apabila arrray satu dimensi tidak mencukupi dalam menghasilkan suatu solusi. Array dua dimensi sebenarnya adalah array yang berisi array.
Contoh Program Arr2D.java
public class Array2D
{
public static void main(String[] args)
{
int[][] arrx; // Cara 1 Array 2 Dimensi
arrx = new int[3][3];
arrx[0][0] = 1;
arrx[0][1] = 2;
arrx[0][2] = 3;
arrx[1][0] = 4;
arrx[1][1] = 5;
arrx[1][2] = 6;
arrx[2][0] = 7;
arrx[2][1] = 8;
arrx[2][2] = 9;
System.out.println("Nilai arrx[0] : " + arrx[0][0]);
System.out.println("Nilai arrx[0] : " + arrx[0][1]);
System.out.println("Nilai arrx[0] : " + arrx[0][2]);
System.out.println("Nilai arrx[1] : " + arrx[1][0]);
System.out.println("Nilai arrx[1] : " + arrx[1][1]);
System.out.println("Nilai arrx[1] : " + arrx[1][2]);
System.out.println("Nilai arrx[2] : " + arrx[2][0]);
System.out.println("Nilai arrx[2] : " + arrx[2][1]);
System.out.println("Nilai arrx[2] : " + arrx[2][2]);
int[][] arry = {{10,20,30},{40,50,60},{70,80,90}} ;
Dimensi dgn ukuran 3 * 3 = 9
System.out.println("Nilai arry[0] : " + arry[0][0]);
System.out.println("Nilai arry[0] : " + arry[0][1]);
System.out.println("Nilai arry[0] : " + arry[0][2]);
System.out.println("Nilai arry[1] : " + arry[1][0]);
System.out.println("Nilai arry[1] : " + arry[1][1]);
System.out.println("Nilai arry[1] : " + arry[1][2]);
System.out.println("Nilai arry[2] : " + arry[2][0]);
System.out.println("Nilai arry[2] : " + arry[2][1]);
System.out.println("Nilai arry[2] : " + arry[2][2]);
}
}
C. Array Multidimensi
Selain array satu dimensi dan array dua dimensi, dapat juga membuat array multidimensi pada Java. Array multidimensi merupakan array yang terdiri dari array yang tidak terbatas hanya dua dimensi saja. Kita dapat menggunakan kode berikut untuk mendapatkan array tiga dimensi :
int[][][]array dimensi = new int[5][10][5];
Dan pada array multidimensi, kita dapat menentukan ukuran array yang berbeda pada tiap array. Misalnya :
int[][][] mdimensi = new int[5][][];
Dari kode diatas, kita mendapatkan array pertama dengan 5 elemen, tetapi kita belum mendefinisikan ukuran array dimensi kedua dan ketiga.
Cara mendeklarasikannya(beserta instansiasi) :
Contoh :
int [ ] [ ] duaD = new int [2] [2];
String [ ] [ ] duaD = {{“00”,”01”},{“10”,”11”}};
[ ] [ ] = new [][];
· Elemen suatu array dapat berupa array juga.
Sintaks:
[][] ;
Contoh:
int[][] x = new[3][3];
int[][] x = {{1, 2}, {2, 3}};
Contoh Program
import java.util.Random;
public class ContohArrayMultiDimensi
{
public static void main(String[] args)
{
Random rand = new Random();
int[][] matA = new int[3][3];
int[][] matB = new int[][] {{1, 2, 3},
{2, 3, 4},
{3, 4, 5}};
int[][] matC = new int[3][3];
for(int i = 0; i <>
for(int j = 0; j <>
matA[i][j] = rand.nextInt(10);
for(int i = 0; i <>
{
f (i t 0 tA[i] l th for(int j = 0; j <>
matC[i][j] = matA[i][j] + matB[i][j];
}
System out println("Matriks A : "); System.out.println( );
for(int i = 0; i <>
{
for(int j = 0; j <>
System.out.printf("%5d", matA[i][j]); y p ( , [][j])
System.out.println();
}
System.out.println();
System.out.println();
System.out.println("Matriks B : ");
for(int i = 0; i <>
{
f (i t 0 tB[i] l th j ) for(int j = 0; j <>
System.out.printf("%5d", matB[i][j]);
System.out.println();
}
System.out.println();
System.out.println();
System.out.println("Matriks C : ");
for(int i = 0; i <>
{
for(int j = 0; j <>
System.out.printf("%5d", matC[i][j]);
System.out.println();
}
System.out.println();
System.out.println();
}
}
Contoh Program ArrMultiD.java
public class ArrayMultiD
{
public static void main(String[] args)
{
int[][][] arr3 = {{{10,20,30},{40,50,60}},
{{11,21,31},{41,51,61}},
{{12,22,32},{42,52,62}}}; // ukuran 3 * 6 = 18
System.out.println("Nilai arr3[0] : " + arr3[0][0][0]);
System.out.println("Nilai arr3[0] : " + arr3[0][0][1]);
System.out.println("Nilai arr3[0] : " + arr3[0][0][2]);
System.out.println("Nilai arr3[0] : " + arr3[0][1][0]);
System.out.println("Nilai arr3[0] : " + arr3[0][1][1]);
System.out.println("Nilai arr3[0] : " + arr3[0][1][2]);
System.out.println("Nilai arr3[1] : " + arr3[1][0][0]);
System.out.println("Nilai arr3[1] : " + arr3[1][0][1]);
System.out.println("Nilai arr3[1] : " + arr3[1][0][2]);
System.out.println("Nilai arr3[1] : " + arr3[1][1][0]);
System.out.println("Nilai arr3[1] : " + arr3[1][1][1]);
System.out.println("Nilai arr3[1] : " + arr3[1][1][2]);
System.out.println("Nilai arr3[2] : " + arr3[2][0][0]);
System.out.println("Nilai arr3[2] : " + arr3[2][0][1]);
System.out.println("Nilai arr3[2] : " + arr3[2][0][2]);
System.out.println("Nilai arr3[2] : " + arr3[2][1][0]);
System.out.println("Nilai arr3[2] : " + arr3[2][1][1]);
System.out.println("Nilai arr3[2] : " + arr3[2][1][2]);
}
}

Selasa, 21 Februari 2012

Model Baju Korea Terbau..!!!!

baju2 koreaa????
waw siapa yg tak tahu baju korea yg sangat modis
bagi cewe2 yg doyan ama baju korea
bak seorang model.....:D
oke dah  kasih ja
klik DISINI untuk melihat
siapa tau ada yg cocok boleh dah langsung coba xixixixi.....:-D

Jumat, 10 Februari 2012

CHEAT PB FEBUARY

Nih gan ane punya website khusus cit PB wkoakwokaokwoak.......
nih gan ane kasih contoh fiturnya
Fiture+Keys hack
=============
[-]AUTO ON =
~ ESP Name
~ Anti Program Ilegal
~ Anti Vote Kick 85%
~ Pisol UZI
~ Piso Aneh
~ Granat Coklat
~ Wp Smoke D
~ Headgear ++
~ Baret GM
[-]F1 ON & F2 OFF = Aimbot Datar
[-]F3 ON & F4 OFF = No Recoil
[-]F5 ON & F6 OFF = SpeedHack
[-]F7 ON & F8 OFF = Enemy Kick
[-]F9 ON & F10 OFF = Gravity
[-]F11 ON & F12 OFF = Unlimited HP { RM }
[-]DELETE = Ammo Jutaan
[-]HOME = Akurasi 100%
[-]PAGE UP = Brust Smg & Asault
[-]PAGE DOWN = Piso Santet
[-]END = Devuse Pasang Bom 0 Detik

[-]ALT + F4 = Keluar Cepat Dari Game
Jika Menggunakan Hotkeyz F1 - F12 CAPSLOCK Harus Nyala

================
Tutorial :
================
[-] Buka Cheat|nya
[-] Auto buka Pb laucher
[-] langsung start PB
[-]Inject Cheat
[-] Resume
By Mirza & AndrieDK
jamu"  cheat
[-]usahakan ada vcredit,,
[-]usahakan komputer anda sudah terinstal net fromwork 4.0
SS agar pakai brust gak lag!!

buat agan2 yg doyan nge-cit PB dan emang mainnya cacad pngin jadi dewa PB
coba aja
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD